INTI PADMA

Icon INTI PADMA
SANGGAR
SATTVIKA MEDITASI

Label

Entri Populer

CONTACT

Telepon Call
TELEPHONE & SMS
Hp : 0857-2877-5740 ( m3 ) Hp : 0852-0042-3557 ( AS )

Blackberry Toko Online
BLACKBERRY
7D603818

Icon WhatsApp
WhatsApp
No: 0857-2877-5740

DONASI


a/n Ahmad sodik
No: 422-100-320-3267

Anda pengunjung ke

Translate

Tampilkan postingan dengan label hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hikmah. Tampilkan semua postingan
Rabu

MAKANAN HARAM

MERUSAK JIWA



Dewasa ini, jika kita amati, kita akan mendapati bahwa sebagian besar masyarakat serakah dalam mengumpulkan kekayaan dengan pelbagai cara dari mana saja, baik yang halal maupun yang haram.

عن أبي هريرة رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " «يَأْتِي عَلَى الْمَرْءِ زَمَانٌ لَا يُبَالِي الْمَرْءُ مَا أَخَذَ مِنْهُ، أَمِنَ الْحَلَالِ أَمْ مِنَ الْحَرَامِ» ".

Dari Abu Hurairah, Rasululah Saw. bersabda: “Akan datang kepada manusia suatu zamandimana pada zaman itu seseorang tidak akan mempedulikan lagi apa-apa yang dia dapatkan, apakah ia berasal dari yang halal ataukah dari yang haram?” (Hr. Bukhori) [1]

DIALOG DENGAN KUNTILANAK

 

 

Kemarin sore sekitar jam 4 lebih, ada tetangga seorang cewek yang baru lulus SMK, mengalami kerasukan. Saudaranya datang ke rumah mintak tolong, maka sayapun menuju tetangga yang kesurupan. Tenaganya sangat kuat dipegang empat orang kualahan.
Lalu saya tanya ke jin yang merasukinya, “Kenapa ganggu anak ini?” Jinya Jawab: “jangan ikut campur anak ini akan kubawa dan kubunuh”. “Kamu tidak bisa seenaknya ganggu orang, apalagi mau membunuh, akan kubakar”, Jawabku.

Minggu

CAKRA SARANA UNTUK

TAZKIYATUN NAFS



Hakikat manusia dalam pandangan Islam terletak pada ruh, bukan pada jasad. Jasad dipahami hanya sebagai instrumen semata. Bahwa segala perilaku manusia berasal dari jiwa. Pada hakikatnya, yang melihat, mendengar, dan merasakan adalah jiwa. Namun inti dari jiwa adalah ruh sebagai hakikat yang abadi yang secara langsung berasal dari Allah SWT.

فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِن رُّوحِي فَقَعُواْ لَهُ سَاجِدِينَ

“Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniup kan ke dalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud”. (QS. Al-Hijr : 29)

Senin

HUBUNGAN CAKRA DENGAN JIWA



Cakra berasal dari bahasa sansekerta yang berarti roda, karena memang berbentuk seperti roda yang berputar ke kiri dan ke kanan. Secara umum fungsi cakra adalah sebagai pintu keluar masuknya energi non fisik.
Sebenarnya cakra erat hubungannya dengan tubuh fisik terutama organ-organ tubuh fisik yg terkait. Seberapa lancar energi keluar masuk ke cakra juga akan mempengauruhi fungsi organ fisik yang terkait .
Di samping itu cakra –cakra yang utama dalam tubuh sangat terkait dengan jiwa manusia, karena di dalam cakra tersebut tersimpan sifat-sifat kecenderungan prilaku manusia.

MENGENDALIKAN HAWA NAFSU



Nafsu, berasal dari bahasa Arab ‘Nafs’ yang berarti ‘Jiwa’. Nafsu manusia, mengalami evolusi tahapan-tahapan yang dinamis. Maksud dari dinamis disini adalah bahwa jiwa seseorang bisa saja naik dan bisa saja menurun dari tingkat satu ke tingkat lainnya, berdasarkan perbuatan atau kualitas keimanan sang pemilik jiwa itu.

Tiap saat dan tiap waktu kita berperang dengan hawa nafsu, apakah jiwa kita mengikuti hawa nafsu menuju kejelekan, atau mengikuti hati nurani menuju kebaikan. Peperangan melawan hawa nafsu adalah peperangan yang tiada habisnya, oleh karena itu disebut dengan Jihad Akbar.

DAMPAK DOSA


Hati ibarat cermin ketika kita melakukan satu dosa maka cermin itu akan bernoda hitam dan semakin sering kita melakukan suatu dosa, maka sesungguhnya hati kita penuh dengan noda hitam akibat dosa yang kita lakukan.

Ketika hati kita sudah berlumur noda hitam akibat dosa, maka berhati-hatilah. Bisa jadi hati kita menjadi keras, sempit dan sesak karena dosa-dosa yang telah kita lakukan.

KEBERHASILAN

 DALAM MEDITASI (DZIKIR)

https://www.tokopedia.com/zain-pro?nref=shpside
Suatu ketika ada sahabat saya bertanya, " mengapa selama ini belajar Dzikir [meditasi] tidak bisa apa-apa dan belum pernah melihat hal-hal yang ghoib...?". penulispun balik bertanya " Selama kamu menjalankan dzikir ini akhlakmu tambah rusak atau baik...? ibadahmu tambah meningkat atau malas..?". dia menjawab: "alhamdulilah semua sifat-sifat yang tercela mulai saya tinggalkan,adapun ibadah kepada Allah semakin semangat dan tambah yakin.?". "Kalau begitu dzikirmu berhasil, jangan putus asa, lanjutan terus dengan istiqomah". jawabku.

MENGGAPAI 

SINGGASANA TUHAN


Dimanakah Allah, apakah di dalam Ka’bah...? jutaan orang telah pergi Haji kesana tapi mereka tidak menemukan keberadaan Tuhan, karena kebanyakan mereka menjadi Turis.
Sebagian orang mencari Tuhan di dalam Masjid, tetapi mereka tidak ketemu Allah, karena mereka sholat hanya jengkang-jengking(olah raga) belum mengerti siapa yang disembah.

Ada juga yang mencari Allah di kuburan keramat, bukannya Tuhan yang ditemukan, melainkan mereka ketemu Hantu. Karena ditempat yang dikeramatkan, banyak Jin yang bersileweran siap untuk menyesatkan manusia.

AIR MATA DZIKIR

Dari Ubaidullah bin Umair rahimahullah, suatu saat dia pernah bertanya kepada Aisyah radhiyallahu’anha, “Kabarkanlah kepada kami tentang sesuatu yang pernah engkau lihat yang paling membuatmu kagum pada diri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?”.
Maka ‘Asiyah pun terdiam lalu mengatakan, “Pada suatu malam, beliau (nabi) berkata, ‘Wahai Aisyah, biarkanlah malam ini aku sendirian untuk beribadah kepada Rabbku.’ Maka aku katakan, ‘Demi Allah, sesungguhnya saya sangat senang dekat dengan anda. Namun saya juga merasa senang apa yang membuat anda senang.’ Aisyah menceritakan, ‘Kemudian beliau bangkit lalu bersuci dan kemudian mengerjakan shalat.’

TINGKATAN DZIKIR

 

Seorang Syaikh (guru Ruhani) suatu kali mempunyai seorang murid yang ia sayangi lebih dari yang lain, sehingga membangkitkan rasa iri mereka (murid lainya). Suatu hari sang Syaikh memberi masing-masing muridnya seekor unggas dan memerintahkan mereka untuk pergi dan membunuhnya di suatu tempat yang tak ada yang bisa melihat. Sesuai dengan itu, setiap muridnya membunuh unggasnya di tempat yang tersembunyi dan membawanya kembali, kecuali murid Syaikh yang paling disayanginya itu. Ia membawa kembali unggas itu dalam keadaan hidup seraya berkata, "Saya tak bisa menemukan tempat seperti itu, karena Allah selalu melihatku di mana-mana." Sang Syaikh pun berkata kepada muridnya yang lain, "Sekarang kamu tahu tingkatan anak muda ini. Ia telah mencapai tingkat selalu mengingati Allah."

MEKANISME PROSES DZIKIR


Manusia mempunyai kelebihan di antara semua makhluk. Kelebihan itu ialah bahwa manusia mempunyai dua dimensi. Pertama, dimensi materi, yang di dalam filsafat dinamakan juga dengan dimensi hewani. Di dalam filsafat, jisim manusia dinamakan dengan gharizah (insting) atau raghbah (kecenderungan), sementara di dalam ilmu akhlak dan irfan Islami dinamakan dengan orientasi hewani, atau dimensi hewani manusia.
Manusia juga mempunyai dimensi spiritual. Dimensi ini adalah dimensi malakuti, yang di dalam filsafat dinamakan dengan ruh. Oleh karena itu, para ulama mengatakan bahwa manusia itu terdiri dari ruh dan jisim (jasad).

JALUR ENERJI DZIKIR
DALAM TUBUH

Di antara kelompok sufi (tasawuf) ada yang mendakwakan bahwa riyadhah (latihan) ruhani yang dilakukan seorang sufi bagi dirinya akan menyampaikan ke suatu tingkatan dimana ia dapat menyikapkan isyarat-isyarat qudus yang terdapat di balik ungkapan-ungkapan Al- Qur’an, dan akan tercurah pula ke dalam hatinya dari limpahan ghaib, pengetahuan subhani yang dibawa ayat-ayat itulah yang disebut Tafsir al-Isyari.
Manna Khalil al-Qattan menyatakan bahwa setiap ayat mempunyai makna zahir dan makna batin (tersembunyi). Makna zahir ialah segala sesuatu yang segera mudah dipahami akal pikiran sebelum lainnya, sedangkan makna batin adalah isyarat-isyarat tersembunyi di balik itu yang hanya nampak dan diketahui maknanya oleh para ahli tertentu (ahli suluk). [1]
Sabtu

AWALUDDIN MAKRIFATULLAH

Foto Cahaya Gusti.


Saya punya sahabat, orangnya suka melakukan olah spritual, tapi tidak mau menjalankan syareat, alasannya dia sudah mencapai hakekat. Suatu ketika kami rombongan jalan-jalan, sesampainya di kota lampu merah mati, sedang ada perbaikan, lalu lintas tidak karuan sepeda motor dan becak memotong jalan seenaknya, belum lagi mobil yang pingin saling mendahului membuat suasana panas dan memancing emosi. Teman saya yang jadi supir saat itu ngomel-ngomel. Lalu saya tanya: “Mengapa kok sampai terjadi keruwetan begini di jalan”? dia menjawab:”Karena mereka tidak punya kesadaran dan moral dalam mematuhi peraturan berlalu lintas, apalagi lampu merah padam, jadi menambah keruwetan di jalan.” Sayapun menjawab: “di jalan raya saja kita butuh peraturan dan undang-undang agar pengemudi bisa tertib, sehingga tidak terjadi tabrakan dan kecelakaan, lalu bagaimana mungkin seseorang hidup di dunia dengan meninggalkan syareat sebagai pedoman, maka yang terjadi hidupnya bakal kacau seperti kondisi jalan raya ini”. Teman saya diam dan tidak bisa menjawab.

CAHAYA DZIKIR
DALAM TUBUH MANUSIA

Foto Cahaya Gusti.


Manusia terdiri dari unsur jasad dan ruh. Jasad dengan segala kebutuhannya menarik manusia ke bumi. Adapun ruh, ia membawanya naik ke langit. Setiap kali mendekat ke bumi, ia semakin jauh dari langit, sehingga hubungannya dengan Allah melemah. Bahkan, terkadang ia sampai pada kondisi di mana hubungannya dengan Allah terputus sama sekali, dan ia menjadi orang yang sangat lekat dengan bumi Inilah yang kita dapati dalam firman Allah swt, “Tetapi dia cenderung kepada dunia.” (al-A`raf [7]: 176).